Samain Ajah!

Sebagai seorang pendidik, Saya sering disebut oleh sebagian besar mahasiswa yang saya ajar sebagai dosen asyik, dosen keren, dan lain sebagainya. Dan saya menyadari bahwa itu memang hanya persepsi mereka dalam mengekpresikan dan menungkapkan kepada saya, dan walaupun pada realitanya memang  yang terjadi demikian.

Sebenarnya apa sih yang saya lakukan? Dan saya kan hanya mengajar seperti dosenn lainya, dan saya juga tetap melakukan SOP yang di tetapkan dalam mengajar kok. Lalu kenapa mahasiswa berpersepsi demikian?

Sebenernya yang saya lakukan hanya menyamakan terhadap para mahasiswa, loh kenapa disamakan? karena manusia cenderung menyukai hal yang sama dengan orang lain atau teman bicaranya. Sehingga mereka berpikir dosen saya sama seperti saya dan mereka merasa bebas untuk berkomunikasi tanpa adanya rasa takut dan gerogi untuk mengungkapkanya dan mahasiswa menganggap saya dosen yang asyik terbuka. dll.

Karena sebagian besar mahasiswa saya milenial saya pun menyamakan gaya mereka dengan bergaya milenial, baik dari pakaian, cara bicara, bahasa yang digunakan seperti contoh Bahasa gaul yang lagi tenar “santuy” dan bahsa lain yang sering mereka gunakan, nongkrong dan berdiskusi, ngopi santuy di café sambal cari wifi gratis, dan banyak hal lagi yang sering dilakukan oleh anak milenial.

Dan mari sama-sama kita contohkan lagi dengan suatu hal yang sering kita alami, biasanya kita akan merasa nyaman jika berkenalan dengan orang baru dan ternyata orang itu dari satu daerah dengan kita, dan pikiran bawah sadar kita merespon kita sama dengan dia dan memaknainya ngobrol dengan orang yang sama akan lebih nyaman.
Dan hal ini bisa juga kita terapkan dalam hal lain yang berhubungan dengan Komunikasi dengan orang lain.

Dan sekarang mulailah samakan apapun yang ada pada teman bicara, maka anda akan di nilai sama olehnya, dan bahkan di nilai selevel denganya, dan jangan heran jika setelah anda melakukan persamaan obrolan anda akan lebih asyik dan menyenangkan.



Tinggalkan Balasan