Rahasia Atasi Bullying

Halo sob, semoga kita selalu sehat dan bahagia ya!
Kemarin ketika saya mengajar di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Ada seorang mahasiswi bertanya kepada saya, “pak gimana sih cara termudah atasi bully?” Dan semua mata pun melihat ke arah mahasiswi itu, dan saya menanggapinya “pertanyaan luar biasa”, Kemudian mahasiswi itu melanjutkan pertanyaanya, “karena ada teman saya gara-gara bullying bisa depresi pak”, dan terdengar sautan dari beberapa sudut “bener tuh, bagus tuh”.
Dan saya teringat pada kasus orang ketika mengalami depresi yang bertingkah laku nekat baik untuk dirinya atau untuk orang lain, munkin yang terbaru kita tahu salah satu artis korea yang depresi karena di bully netizen yaitu “Sul**” harus mengahiri hidupnya dengan bunuh diri. Dan masih banyak lagi kasus depresi yang lain mengakibatkan hal-hal aneh, ada yang sampai harus mabuk, narkoba dan lain sebagainya.
Dan pada kali ini kita tidak sedang fokus pada depresi, akan tetapi kita lagi fokus pada bully. Agar mudah dan mampu menghadapi bullying yang lagi marak, baik dari netizen atau dari dunia lain, hehee.
Yuk mulai kita bahas, sebenarnya cara termudah untuk menghadapi nyinyiran netizen atau orang sekitar adalah, mulailah untuk mampu menggeser persepsi lebih cepat lagi, atau kita mampu memberi makna lain terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan kita, atau ketika saya mempelajari ilmu dari Stephen R. Covey, yaitu geser paradigma, dan kalau yang saya pelajari dari Richard Bandler dan Jhon Grinder adalah Reframing. Hanya penamaan saja namun memiliki kualitas yang sama dalam memberdayakan pikiran.
Mari mulai kita contohkan bersama-sama, kalau ada yang membully kita seperti “kamu jelek, kecil, tidak pernah mandi, jorok” apakah kita harus kesel dengan bullyan itu? Nah mari kita beri makna baru dengan apa yang sudah di sampaikan oleh orang yang membully tadi, yuk kita beri makna baru “ouh berarti si dia perhatian sama saya, sampe sedetail itu merhatiin saya, dan harusnya saya berterimakasih”. Naah kalau kita kasih makna baru seperti itu maka akan hilang rasa kesal kita pasti. dan mulailah sering-sering latihan untuk beri makna baru terhadap sesuatu yang kurang menyenangkan.
Ingat ketika anda merasa kesal atau marah terhadap orang ang membully anda, dan anda merasa kesal hingga berlarut-larut sampai ga doyan makan, susah tidur dan selalu emosi terhadap semua orang yang kita temui, pertanyaan saya satu, “apakah anda tahu orang yang membully anda memikirkan anda ketika anda kesal dengan orang itu? Dan apakah anda tahu apa yang sedang dilakukan oleh orang itu? Apakah dia memikirkan anda ketika anda susah makan dan tidur?”, dan tentu sebagian besar menjawab “tidak”. Lalu kenapa kita harus kesal sama orang itu, alangkah lebih baik kita tetap happy dengan orang-orang sekitar yang menyayangi kita.
Sekarang anda sudah mulai tahu apa yang anda harus lakukan jika ada orang yang melakukan bullying terhadap anda, dan bahkan anda sekarang mampu mengajarkan hal ini kepada orang lain, sehingga tidak ada lagi kasus tentang bullying yang terjadi di sekitar kita.


Tinggalkan Balasan