Perfectionist! Yes Or No?

Halo sobat Onenun, apa kabar?

Semoga sehat selalu dan selalu dalam lindungan Allah.

Halo sobat onenun hari ini kita mau ngomongin tentang perfectionis nih, terkadang diantara kita ada yang nemuin orang yang perfect, yaitu orang yang selalu ingin dilihat perfect atau mencapai hasil terbaik baik dalam berpakaian (penampilan) dan tindakan, atau hal yang lain, seperti anda ketemu dosen yang perfect, punya pasangan yang perfect, atau punya orang tua dan orang terdekat kita karakter yang perfect. Dan bahkan mungkin ada diantara yang memiliki karakter perfectionis itu.

Ngomongin orang yang perfectionis Sebagian mereka tuh ada cirinya loh, biar kita memahami kalau ketemu orang yang seperti itu, biasanya orang yang memiliki kategori ini cendrung suka dengan kerapian, dan keteraturan sekecil apapun, dia ingin sekali terlihat sempurna dan merasa dia pengen tampil yang terbaik.

Mari kita ambil sebuah contoh, teman-teman pernah nemuin ga orang yang selalu ingin terlihat perfect dalam komunikasi di media social (chat, feed, dll)? Dia terkadang ingin sekali orang lain juga sama perfect seperti dia, sehingga Ketika komunikasi di medsos harus sesuai dengan KBBI yang benar, baik itu dari typo tulisanya, ejaan, atau kata kerja, dll. Dan Ketika kita merasa rishi dengan hal seperti contoh ini berarti kita harus lebih sadar bahwa tujuan dari komunikasi adalah bisa menerima pesan yang disampaikan oleh penerima, jadi selagi masih bisa menerima pesan dari yang disampaikan oleh pengirim pesan maka sudah cukup kita mengerti makna yang kita terima.

Nah dari contoh diatas yang mengambil dari sebuah tulisan di medsos, kali ini kita contohkan dari hal lain melalui penampilan, orang perfectionis cendrung ingin tampil sempurna di hadapan orang lain, dia akan detail melihat sesuatu yang akan ditampilkan atau yang akan dilihat oleh orang lain, missal seorang wanita Ketika ingin tampil dan kebetulan dia berhijab, dia akan detail melihat dari ujung kerudung sampai alas kaki, dan bahkan Ketika menggunakan kerudung dia akan detail melihat jarum pentul yang ada di kerudungnya, dan kadang dia menggunakan 3-5 jarum pentul untuk menunjang sempurnanya penampilannya, dan Ketika ada salah satu jarum pentul yang copot dan hilang orang perfectionist akan merasa gelisah dan tidak nyaman untuk tampil, dia merasa seolah-olah ada yang kurang.

Dari dua contoh diatas masih banyak contoh lain yang mungkin teman-teman mengerti orang-orang yang perfectionist, dan intinya orang perfectionist selalu ingin mendapatkan nilai sempurna atau 100 dalam segala hal, baik dari pekerjaanya atau dari penampilanya, dan dari yang lainya.

Sadar atau tidak orang yang perfectionist akan rentan dengan kecemasan, kekecewaan, takut akan kesalahan, merasa Lelah yang berlebihan, dan bahanya dia bisa membuat orang lain merasa tertekan dan tidak nyaman.

Lalu muncul sebuah pertanyaan besar, perfectionist itu baik atau buruk?, tergantung konteks atau sesuatu yang kita ingin lakukan, kalau dalam pekerjaan atau dalam membuat rencana boleh kita harus rencanakan dengan perfect, Ketika eksekusi harus tetap perfect dan Ketika tidak bisa perfect kita harus sadar bahwa tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah.

Jika kita sudah sadar bahwa kesempurnaan hanya milik Allah, maka kita perlu merubah jika kita dalam kondisi yang bersikap perfectionist, dan jika Anda tidak ingin berubah berarti anda siap untuk mengalami kecemasan, kekecewaan selam anda bersikap perfectionist.

Dan alangkah lebih kita berpikir realistis dalam melakukan suatu hal, dan itu akan membuat hati kita semakin damai, tenang dan menjauhkan dari rasa cemas dan was-was tentang suatu hal yang akan terjadi di kemudian hari, dan kita perlu berpikir lakukan prosesnya dengan berusaha untuk sempurna, dan apapun hasilnya Allah yang akan menentukan, disini kita akan menemukan ketenangan dalam menerima hasil apapun.

Dan ingat, yang perlu kita sadari adalah kembalikan segala sesuatunya kepada Allah, dan hati kita akan lebih tenang, kemudian percayalah pada diri sendiri ikuti kata hati sehingga kita selalu berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bukan kehendak kit akita harus lebih bersyukur dan tawakal terhadap semua yang terjadi dalam kehidupan kita.

Semoga bermanfaat buat sobat Onenun semua, dan semoga kita semua selalu sehat dan dilindungi Allah dari segala hal. ammiin



Tinggalkan Balasan