Money for Value

Ketika ngobrol santai dengan salah satu mentor saya sambil ditemani kopi hitam yang di gelas plastik, kita membicarakan tentang generasi Milenial, yang saat ini selalu menjadi buah bibir para generasi sebelumnya, khususnya generasi X.

Dan kali ini saya dan mentor saya tidak banyak membahas tentang apa itu milenial, dan bagaimananya, akan tetapi kita sedang membahas pikiran anak-anak milenial yang kreatif, yuk kita mulai.

Dalam Obrolan kami muncul lah sebuah istilah yang sering sekali muncul dikalangan milenial yaitu, “money for value”, loh kenapa demikian? Iya, saat ini memang yang disenangi oleh kaum milenial hal itu, karena sebagian mereka terkadang tidak terlalu mementingkan uang, walaupun pada realitanya tetap bermuara pada uang, hehe. Dan bahkan mereka berpikir yg lebih penting adalah nilai apa yang dia dapat.

Dia melakukan sesuatu untuk apa?, sejauh mana manfaat yang dirasa orang lain?, dan bahkan ada sebagian yang merasa panjat sosial itu harus. Seberapa banyak followers Instagram dan subscriber yang dimiliki.

Mari kita ambil contoh, kita lihat pada awal kemunculan Gojek, dan Bukalapak, mereka membuat sebuah gebrakan yang bergerak di bidangnya masing-masing, lalu coba kita analisis pada awal kemunculanya, perusahaan itu melakukan promo besar-besaran, atau sering sekali orang menyebut dengan bakar duit. Dan sekarang apa yang terjadi dengan perusahaan itu? Mereka mendapatkan value yang di harapkan dan masyarakat Indonesia siapa yang tidak mengenal dua perusahaan itu.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai milenial?, baiknya kita mulai memiliki value yang akan kita tuju, ada sahabat saya pemilik chanel titiktujuh dia berpendapat bahwa saya hanya ingin berkarya dan yang penting bermanfaat buat orang lain. Tidak hanya itu saya terkesan dengan slogan tokopedia “mulai aja dulu”, dan ini menginspirasi kita onenun.com untuk terus memulai untuk berkarya seperti tulisan ini.

Dan sekarang temen-temen tau kan apa yang harus dilakukan sekarang, mulai lah membuat value apa yang akan kita prioritaskan, dan jika anda mengaku milenial mari kita berkarya.



Tinggalkan Balasan