MERDEKA

Banyak orang memberi definisi berbeda tentang kata merdeka, dari yang paling sederhana sampai komplek. Ada yang langsung bisa kita mengerti setelah membaca definisi tersebut, ada pula yang membuat kita perlu waktu untuk memahaminya.

Kalau kita lihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merdeka berarti: bebas; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat atau bergantung kepada orang atau pihak lain; dan leluasa.

Di era ini, banyak orang yang mengakatan bahwa kita belum merdeka. Kita telah dijajah kembali oleh penjajah yang berbeda, yakni tekhnologi. Setuju kah dengan anggapan itu?
Boleh beranggapan, boleh berasumsi, boleh juga mempunyai perpektif.

Tidak sedikit yang berasumsi bahwa merdeka erat kaitanya dengan hal lain. Contohnya, saat liburan sekolah kita mendapat tugas banyak dari guru, dan setelah semua tugas selesai dengan riang kita bersorak, “akhirnya merdeka juga dari tugas2 ini!” (Merdeka dikaitkan dengan tugas). Berarti merdekanya terletak pada tugas.

Padahal, pernahkah berpikir bahwa merdeka sejatinya ada di qalbu kita? Saat anda masih membenci sesuatu, belum memaafkan orang bahkan memiliki dendam, bolehkah saya bilang anda belum merdeka?

Yang pertama kita harus merdekakan adalah qalbu atau hati kita. Lepaskan setiap rantai amarah dan dendam yang membelenggu langkahmu. Berdamailah dengan itu semua. Karana hanya diri sendirilah yang mampu membuat hati Merdeka.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-74



Tinggalkan Balasan