Ini atau Itu Harus di Pilih

kita sering sekali mendengar sebuah istilah yang tak asing lagi “hidup itu pilihan”, betul setuju saya dengan hal itu. Dan setiap orang memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan itu sendiri.
Dan yang perlu di perhatikan adalah apapun yang anda pilih akan menentukan apa yang terjadi dalam kehidupan anda mendatang. Contoh kita lihat seniman jalanan mereka memilih untuk menjadi itu karena mereka ingin kebebasan apa yang dikerjakan. Atau anda sebagai pegawai anda harus ikuti aturan yang dibuat, dan itu pilihan, kitapun harus siap dengan resiko keduanya sesuai pilihan.
Apapun yang di pilih adalah sesuatu yang tidak ada paksaan dari orang lain, kita lah yang memutuskan untuk memilih. Dan tentu pilihan anda pasti di bermuara pada tujuan hidup anda serta prioritas yang anda tentukan. Dan jelas hal itu berbeda-beda Setiap orang, karena kita tau bahwa potensi manusia pasti berbeda-beda.
Dan ketika saya memutuskan untuk mengikuti sebuah pelatihan ilmu pemberdayaan saya diajarkan sebuah istilah yang di sebut dengan presuposisi dalam NLP, yang berbunyi *Having choice is better than not having choice* “Memiliki pilihan lebih baik dari tidak memilikinya”. Dan saya menafsirkan dari presuposisi ini bahwa : kita itu harus memilih walaupun kita memilih untuk tidak memilih. Looh! makin ga mudeng ya sob? Iya kalaupun kita tidak memilih itu karena kita siap dengan resikonya. 
Kenapa bisa begitu tidak memilih bagian dari pilihan? Karena memang itulah pilihan, sedikit saya contohkan; kita lagi dalam perjalanan ke daerah puncak Bogor, lalu dalam kondisi macet tiba-tiba ada seorang pedagang gemblong mendatangi dan menawarkan daganganya, pilihannya hanya dua, beli dan tidak membeli, jadi tetap kan keduanya pilihan. Kenapa bisa begitu? Karena *People make the best choices available to them* “Orang  menentukan pilihan terbaik yang ada menurut mereka”.
Dan sekarang tentu kita tahu potensi dan sumber daya yang ada dalam diri kita untuk menentukan sebuah pilihan hidup kita, seperti contoh menentukan tujuan hidup kita, cita-cita, dan masa depan berdasarkan pilihan terbaik menurut dirinya.
dan sekarang anda semakin memahami bahwa pilihan anda akan menentukan hidup anda, jika anda masih belum punya pilihan maka jelas anda memahami resiko yang akan anda alami, hidup anda akan hitam putih, karena kita harus memahami bahwa “life is never flat”.


Tinggalkan Balasan