Hilang

Siapa yang senang akan kata “hilang”, “menghilang”, “kehilangan”?Mungkin sebagian besar orang di dunia tidak menginginkan kata itu; contoh: kehilangan uang, kucing saya mengilang, hilang jabatan, apalagi sampai hilang akal.hehehe. Padahal kata itulah yang setiap detik menemani kita. Dimanapun, kapanpun, bersama siapapun, dan dalam keaadaan apapun.
Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka kita akan bertemu dengan “hilang” cepat atau lambat, berangsur ataupun seketika. Masih ingatah dengan tsunami aceh 2004, tsunami Palu 2018? Dalam hitungan menit saja, seseorang bisa kehilangan semuanya, keluarganya, rumahnya, uangnya, usahanya bahkan nyawanya sekalipun. Lantas apakah kita benar-benar memiliki sesuatu setelah sadar bahwa yang kita cari akan hilang, yang kita temukan akan hilang, yang kita cintai akan hilang, dan semuanya akan hilang?
Sesungguhnya kita mencari, menemukan, mencintai dan memiliki sesuatu yang sewaktu – waktu bisa hilang, yang sewaktu waktu bisa diambil, bahkan yang sewaktu – waktu bisa mati. Dan…saat itu terjadi, kita akan sadar bahwa kita tidak memiliki apa-apa. Karena semua hanyalah pinjaman dari sang pencipta.



Tinggalkan Balasan