“Frame” Senjata Ampuh dalam Berkomunikasi

Halo sobat onenun.com, semoga kalian bahagia dan sehat selalu ya…

Terimakasih telah membaca dan menshare karya-karya kami.

sob, tahu ga sih kalau cara pandang kita itu pasti berbeda looh antara kita dan orang lain, bahkan orang terdekat kita pun bisa berbeda pendapat dalam melihat sesuatu, walaupun sesuatunya sama. kenapa bisa begitu? ya bisa, karena di dalam ilmu pemberdayaan NLP Frame sebagai senjata dalam komunikasi Persuasi.

Sebelum nantinya saya akan menjelaskan tentang contoh-contoh frame yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu tentang pengertian dari Frame itu sendiri. Frame adalah sama dengan arti frame dalam padanan kata yang terdapat pada kamus bahasa inggris yang berarti sebagai kerangka. Namun kerangka yang dimaksud adalah lebih berorientasi pada cara pandang yang terjadi dalam sebuah komunikasi antar individu, dan bagaimana memberi makna dalam sebuah kejadian yang di alami. mungkin maknanya sama dengan bingkai foto, ya benar hal ini bisa kita samakan seperti bingkai foto terdapat batas pada gambar yang bisa diberi makna dan kesan dalam sebuah gambar tertentu, dan hal ini membatasi anda dalam melihat sebuah kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita dan bergantung pada informasi apa yang lebih anda yakini sebagai hal yang paling benar.

Sob, dalam kehidupan kita frame bisa menjadi sebuah senjata looh, itu bisa digunakan untuk diri kita, atau untuk berkomunikasi kepada lain dengan mengubah-ngubah makna dalam sebuah kejadian yang terjadi. contoh, ketika seseorang sedang putus cinta, kemudian dia curhatlah kepada sahabatnya dengan segala keluh kesah yang telah dialaminya, lalu sahabatnya sedikit memberi nasehat dengan teknik Frame dan Reframing, sahabat itu berkata “sob lu beruntung looh diputusin sama dia” terus dengan ekspresi bingung seseorang yang baru putus itu bertanya kembali “kenapa gue beruntung” sahabat itu melanjutkan kata-katanya “iya sob, lu beruntung banget di putusin dia, karena dia ga tau kalau dia sudah menyia-nyiakan orang sebaik kamu, dan dia akan menyesal ketika dia sadar nanti bahwa cinta dan usaha kamu kemarin memang sangat istimewa dan sungguh-sungguh” dengan tersenyum orang yang baru putus tadi segera bangkit dan dia berkata “gue akan buktiin kalau gue lebih baik dari pasangan dia yang baru dan gue akan buktiin biar dia menyesal nantinya”.

Hal diatas contoh cara mudah menggunakan frame dengan kejadian putus cinta, dan saya akan kasih contoh lain mengenai orang yang sudah males bekerja atau di kantornya, ada seorang karyawan yang selalu mengeluh dengan tugasnya yang banyak dan selalu menumpuk hingga tak ada waktu sisa yang bisa buat santai sejenak, dia sudah mulai merasa tidak sanggup lagi dan ingin menyerah dengan tugas itu. lalu dia ceritakan semua kepada sahabatnya, dan sahabatnya memberi nasehat dengan teknik reframing “harusnya kamu bersyukur sob dengan pekerjaan kamu sekarang, coba liat deh si Anu (samaran) sampai sekarang masih nganggur belom dapet kerjaan, emang situ mau ga punya kerjaan? pasti ngga dong, sudah solusi buat kamu lakukan saja semampumu dengan maksimal apapun hasilnya pasti itu yang terbaik.” dan seketika karyawan yang sedang mengeluh itu tersenyum dan berterimakasih atas nasehat yang diberikan temanya.

Setelah saya menjelaskan hal-hal diatas tentunya sekarang Anda semakin mengerti dan mulai mampu untuk menggunakan teknik ini dengan mudah, dan bahkan mudah dalam mempengaruhi orang lain dengan menggunakan Reframing. dan bahkan ketika pemilu di Negara kita Indonesia hampir semua calon menggunakan teknik ini, mereka hanya menggeser opini atau persepsi masyarakat agar percaya kepada calon tertentu, mereka menggunakan teknik sederhana ini.

mudah kan menggunakan teknik ini, yuk mulai kita praktekkan.



Tinggalkan Balasan