BERTOLAK

Aku pernah melewati jalan setapak

Untuk dapatkan sang puncak

Hingga ku temui bukit dan dirimu

Lalu kau temani langkahku  

Tak hanya dua tetapi empat

Langkah kita pun menjadi satu

Tak hanya dua tetapi empat

Mata kita yang memandang

puncak yang kian dekat

Namun………….

Dua tak lagi menjadi empat

Saat kita temukan persimpangan

dijalan setapak itu

Punggung kita terlalu kuat

Untuk putuskan saling bertolak

Kian jauh kita berjalan berlawanan

untuk gapai sang puncak

Hingga akhirnya

kau telah menjadi masa laluku



Tinggalkan Balasan