Apakah Harus Sama?

Pagi itu ia sedang sibuk mengingakat tali sepatu yang hampir sepekan digunakannya. Dengan wajah yang jengkel anak bungsu tersebut pergi menjauhi muka pintu tanpa berpamitan dan mencium tangan ibunya. Wajahnya seperti warga yg memprotes saat kenaikan harga beras tahun ini. Ia berkali kali meminta uang sakunya disamakan dengan kakak sulungnya yg duduk di bangku SMA. Namun usahanya tidak berbuah hasil.

Setibanya di sekolah, anak lelaki usia 13an itu duduk di kursi terdekat dengan pintu baris ketiga. Wajahnya masih bermuram durja hingga tak ada seorang teman pun yang berani menghampirinya.

Bel masuk pun berdering. Tak lama setelahnya seorang guru pun masuk ke kelas tersebut. Seperti biasanya, kegiatan rutin sebelum belajar adalah berdoa. Namun, anak tersebut masih duduk dan menutup mulutnya. Guru tersebut pun merasakan ada yang berbeda dari siswa tersebut. Ia tidak melafalkan doa dan juga salam.

Setelah kegiatan inti berjalan, guru tersebut memberikan tugas kelompok.
“Nak….ikut ibu sebentar”, ujar guru tersebut sambil menepuk pundak kanannya.

Guru tersebut mengajaknya duduk disebuah kursi didepan laboraturium. Dengan caranya, guru tersebut berhasil membuat siswa tersebut mengungkapkan tentang kekesalannya kepada sang ibu. Sambil meletakkan kacamata miliknya, guru kembali bertanya.


“Nak….apa kamu mau jika nilai ulangan kamu kemarin ibu samakan dengan nilai teman-teman sekelasmu?,”Ujarnya.

“Nggak lah bu…Nilai saya kan 90 dan yang tertinggi. Jika semuanya mendapat 90 itu nggak adil bu.” Jawabnya spontan.

“Nah…betul apa yang kamu bilang, adil itu tidak harus memberi sama, tetapi memberi sesuai porsinya. Ibu memberi nilai 90 karena kamu mampu menjawab 9 soal dengan benar. Ibu memberi nilai sesuai dengan jumlah jawaban yang benar. Begitu juga dengan kakakmu, sekolah dia lebih jauh daripada sekolahmu bahkan mata pelajaran kakakmu juga lebih banyak, jadi sudah sepantasnya ibumu memberi uang saku yang lebih.”

Anak itu pun mulai menganggukan kepalanya. Dalam 3 detik guru tersebut memberi senyum kepadanya dan anak itu pun menarik kedua ujung bibirnya ke kanan dan kiri. Sangat manis senyum polosnya itu.

Ingatlah…Adil itu bukan berarti harus memberi sama rata/sama banyak, tetapi memberi sesuai dengan porsinya.




Tinggalkan Balasan