Anak-anak Selalu Benar

Halo sobat onenun.com, semoga sobat semua selalu dalam keadaan sehat dan bahagia yaa.
Kali ini kita membahas tentang tingkah laku anak sehari-hari, kenapa sih di tahun yang semakin akrab dengan teknologi kelakuan anak semakin aneh-aneh saja.
Terbaru kemarin ada anak SMP yang membunuh anak usia 5 tahun dan dimasukkan kedalam lemari, serta melaporkan dirinya sendiri ke Polisi. Belum lagi anak yang marah-marah kepada orang tuanya karena tidak dibelikan paket data, belum lagi ada pemberitaan anak ingin membunuh orang tuanya, dan lain sebagainya dengan semua keanehan-keanehan di dunia anak.
kita sering mendengar sebuah istilah “anak-anak itu suci atau bersih, orang-orang disekitarnyalah yang membentuk”. Atau pernah mendengar istilah lain “anak-anak itu tidak pernah salah dan orang dewasalah yang salah”.
mari kita bahas kenapa anak-anak itu suci. anak-anak itu bersih karena pada hakikatnya anak itu terlahir dengan kondisi yang kosong atau dalam bahasa lain belum menerima informasi dari luar dirinya. lalu siapa yang membuat anak itu bisa melakukan sesuatu yang tidak diinginkan, seperti : membunuh, marah, menghina, dan tindakan lain yang tidak sesuai norma.
dan jika anak-anak melakukan sesuatu kejahatan atau kekerasan dalam tindakan sehari-hari bisa kita sebutkan bahwa hal ini bukan salah anak itu melainkan hal ini kesalahan orang dewasa yang berada di sekitar kehidupanya. looh kenapa justru orang lain yang disalahkan? iya benar orang dewasa atau orang disekitarnya yang disalahkan. karena merekalah yang memberi data dan menjadi contoh untuk anak itu.
jika anak itu melihat atau mencontoh dari media sosialnya berarti orang tuanya juga salah, kenapa memberi anak itu handphone atau kenapa hp anak tidak diprotect sehingga membuat anak menonton sesuai kontenya saja, atau ada program google kids.
sekarang Anda mulai paham bahwa jika terjadi sesuatu pada Anak-anak di sekitar Anda atau terjadi sesuatu pada anak Anda tentang prilaku yang menyimpang pada Anak, Anda tidak perlu menyalahkan siapa-siapa apalagi Anda menyalahkan orang lain, yang perlu kita lakukan kita intropeksi diri dan memperbaiki diri untuk Anak.
dan sekarang jika anda sebagai orang tua, atau kakak atau Anda seorang guru mari sama-sama kita memberikan hak anak sesuai porsinya agar apa yang didapat oleh anak-anak ada gradasi dan tahapan yang akan mereka dapatkan.
selain itu mari kita menjadi tauladan atau uswah hasanah buat anak-anak disekitar kita, karena selain mereka melihat dari media atau media sosial dan internet mereka juga melihat orang-orang disekitar mereka maka jadilah pribadi yang memberi contoh yang baik serta memberi masukan atau nasehat yang baik kepada anak-anak disekitar kita, agar masa depan bangsa Indonesia memiliki sumber daya Manusia yang unggul dan berakhlak.dan anak-anak selalu mendapatkan hal yang benar dan benar sampai pada saatnya mereka dewasa dan mampu membedakan antara yang baik dan benar. 
yuk menjadi contoh untuk anak-anak di sekitar kita.


Tinggalkan Balasan